Sekda menyebutkan, sejumlah titik di wilayah hilir sungai juga berpotensi kembali mengalami banjir susulan. Karena itu, pemerintah membutuhkan data cepat dan akurat mengenai jumlah korban serta lokasi yang terdampak di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
Sementara itu, Basarnas Banda Aceh, juga telah mengerahkan tim dan terus melakukan operasi penyelamatan di berbagai lokasi. Dua pesawat Hercules juga dilaporkan telah tiba membawa bantuan teknologi komunikasi serta beragam kebutuhan lainnya.
“Hari ini dua Hercules datang membawa 28 unit Starlink yang akan dibagi ke tiga daerah rawan untuk memperkuat komunikasi dan mempercepat distribusi bantuan,” ujar Aster Kasdam Iskandar Muda, Fransisco.
Sebelum itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem juga menetapkan status darurat bencana sebagai respon atas banjir dan longsor besar yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh. Pengumuman dilakukan dalam rapat paripurna pengesahan Rancangan Qanun APBA 2026 di Kantor DPRA, Kamis kemarin.
Status darurat ditetapkan untuk 14 hari, berlaku sejak 28 November hingga 11 Desember 2025, guna mempercepat penanganan bencana yang dalam sepekan terakhir terus memburuk. Menurut Mualem, Pemerintah Aceh telah menyalurkan bantuan darurat ke sejumlah kabupaten/kota.









