Pembangunan Jembatan Bailey dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah menyusul rusaknya jembatan utama di lintas nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di Kecamatan Kutablang, akibat banjir besar yang melanda Aceh. Mengingat perbaikan jembatan permanen membutuhkan waktu yang tidak singkat, keberadaan jembatan darurat ini menjadi solusi sementara untuk menjaga konektivitas dan kelancaran arus transportasi nasional.
Setelah rampung dan dinyatakan laik fungsi, jembatan Bailey tersebut akan kembali menghubungkan akses jalan nasional dari Kabupaten Bireuen menuju Aceh Utara. Dengan tersambungnya kembali jalur ini, arus transportasi dan mobilitas masyarakat pada rute Banda Aceh–Medan diharapkan dapat berjalan normal secara bertahap. []









