“Memang berat meninggalkan anak di pesantren. Tapi ini pilihan terbaik daripada mereka harus menghadapi bahaya narkoba dan judi online di luar sana,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Aceh akan terus mendukung pengembangan dayah di seluruh Aceh.
“Jangan ada lagi anak Aceh yang tidak bisa mengaji. Tempat terbaik saat ini adalah di pesantren,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Babussalam, Abi Ismail Bin Hasbi, menyampaikan bahwa dayah yang berdiri sejak 2008 itu memiliki luas sekitar satu hektare dan menampung sekitar 400 santri. Pendidikan yang diberikan mencakup pengajaran kitab kuning serta pendidikan umum setingkat SMP dan SMA.
“Beberapa bulan lalu kami mengalami musibah kebakaran. Gedung tingkat dua hangus dan tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya.
Ia berharap dukungan pemerintah dapat membantu pemulihan fasilitas agar proses belajar mengajar kembali berjalan optimal.
Acara peringatan Maulid berlangsung khidmat dan dihadiri masyarakat setempat, para santri, serta tokoh-tokoh keagamaan. []









