Dalam proses pengerjaan, Satgas Gulbencal menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kondisi batu cadas yang cukup keras di lokasi pembukaan jalan darurat. Kondisi tersebut membutuhkan tenaga dan waktu ekstra. Meski demikian, berkat koordinasi yang baik, kerja keras, serta semangat kebersamaan antara personel TNI dan warga, pembangunan jembatan darurat tetap berjalan sesuai rencana.
Pembuatan jembatan darurat ini diharapkan dapat segera rampung sehingga akses transportasi dan mobilitas masyarakat antar desa kembali normal. Dengan pulihnya akses tersebut, diharapkan pula proses pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan optimal.
TNI menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi darurat sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat. Kehadiran Satgas Gulbencal merupakan wujud nyata peran TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana alam.
Apresiasi pun datang dari masyarakat setempat. Abdul Rahman (45), salah seorang warga Desa Burlah, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas upaya yang dilakukan TNI. Menurutnya, pembangunan jembatan darurat sangat membantu warga yang selama ini mengalami kesulitan dalam beraktivitas. Ia berharap jembatan tersebut segera selesai agar distribusi hasil kebun dan kebutuhan sehari-hari masyarakat kembali lancar.









