Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 112 orang pasien mendapatkan pelayanan kesehatan. Adapun jenis penyakit yang paling banyak ditangani antara lain batuk dan flu, demam, gatal-gatal, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, diare, serta nyeri sendi. Penyakit-penyakit tersebut umumnya muncul akibat kondisi lingkungan yang kurang sehat serta perubahan cuaca pascabencana.
Kegiatan pelayanan kesehatan ini didukung oleh 31 personel tenaga kesehatan, yang terdiri dari unsur militer dan sipil. Dari unsur militer sebanyak 13 personel, meliputi Kesdam Iskandar Muda sebanyak 4 orang, FKTP Bhakti Musara 2 orang, serta Yonif TP 855/RD sebanyak 7 orang. Sementara dari unsur sipil sebanyak 18 personel, terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gayo Lues 8 orang dan Relawan Muhammadiyah sebanyak 10 orang.
Sinergi antara TNI, tenaga medis sipil, serta relawan kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan komitmen bersama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Kehadiran tim kesehatan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mencegah terjadinya peningkatan penyakit pascabencana.
Melalui kegiatan ini, Tim Kesehatan Penanggulangan Bencana Provinsi Aceh berharap kondisi kesehatan masyarakat Gayo Lues dapat terus terpantau dan terjaga, serta proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.









