Sementara itu, Dinas PUPR melaporkan masih terdapat lebih dari 80 titik longsor pada jalur vital seperti Gunung Salak menuju Takengon, serta sejumlah ruas yang belum dapat dilalui akibat putus total. Selain itu, tersedia enam unit jembatan semi rangka baja yang siap dipasang. Namun pemasangan jembatan tersebut butuh waktu lama, di atas 20 hari pengerjaan.
Sekda meminta agar Dinas PUPR untuk bisa memobilisasi pemasangan jembatan semi rangka baja tersebut pada dua unit jembatan yang putus di Juli Kabupaten Bireuen dan di Bener Meriah – Takengon. “Sembari menerobos jalur dari Simpang KKA ke Takengon, jembatan semi rangka baja milik PUPR bisa terus dikerjakan,” ujar Sekda.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Aceh T. Faisal melaporkan perkembangan terbaru jalur transportasi laut. KMP Ekspres Bahari dilaporkan telah tiba di Kuala Idi dan logistik dijemput kapal nelayan akibat kondisi dermaga dangkal sebelum melanjutkan perjalanan dan bersandar di Langsa. Antusiasme warga dan relawan yang ingin bergerak ke wilayah terdampak meningkat drastis. Jika memang KMP Express Bahari kembali berlayar, kapal akan kembali beroperasi pada Kamis dari Banda Aceh. “Malam ini ada KM Antarest milik Navigator Sabang dijadwalkan berlayar ke Aceh Utara untuk mengangkut bantuan yang dikumpulkan mahasiswa dan relawan di Banda Aceh,” ujar T. Faisal.
Salah satu langkah strategis lain adalah usulan pengalihan rute kapal perintis ke jalur timur hingga Belawan agar logistik dari Medan dapat ditarik ke Krueng Geukueh dan Banda Aceh. Rute ini telah disetujui Kementerian Perhubungan dan diperkirakan kapal akan mulai bergerak pada 5 Desember.
Dinas Perhubungan turut meminta BNPB membuka posko informasi di Pelabuhan Ulee Lheue mengingat banyaknya warga dan relawan yang membutuhkan panduan perjalanan menuju wilayah terdampak. BNPB merespons positif, menilai koordinasi Dishub sangat membantu kelancaran operasi transportasi dan akan mempertimbangkan pembentukan posko tersebut.
Dalam kesempatan itu, JICA Jepang juga menyatakan kesiapannya mendukung pemulihan pascabencana di Aceh dan menawarkan bantuan teknis untuk rekonstruksi infrastruktur. Sekda menyambut baik tawaran tersebut mengingat skala kerusakan yang sangat luas. []









