Ia menegaskan, ANRI tidak hanya berfokus pada penyelamatan arsip milik pemerintah, tetapi juga arsip yang berada di tengah masyarakat. “Kami tidak hanya membantu arsip pemerintah yang terdampak, tapi juga sampai kepada masyarakat, apa yang mereka butuhkan. Arsip yang ada di masyarakat juga menjadi target untuk diperbaiki,” katanya.
Menurut Mego, musibah banjir ini dapat menjadi pelajaran penting jika dilihat dari perspektif kearsipan. Kesadaran untuk menjaga dan mendokumentasikan dokumen penting perlu terus ditingkatkan sebagai bagian dari mitigasi bencana ke depan.
Ia juga menekankan pentingnya pendokumentasian seluruh data terkait bencana, baik berupa foto maupun video. Seluruh dokumentasi tersebut, kata dia, harus diarsipkan dengan baik sebagai bahan pembelajaran dan mitigasi bencana di masa mendatang, dengan memastikan data yang disimpan merupakan bahan asli, bukan hasil kecerdasan buatan.
Pertemuan Sekda Aceh dan Kepala ANRI ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga kearsipan nasional, tidak hanya dalam penanganan pascabencana, tetapi juga dalam membangun kesadaran publik tentang pentingnya arsip sebagai bagian dari ketahanan daerah menghadapi bencana. []









