Ia menjelaskan, kegiatan trauma healing dikemas secara edukatif dan interaktif melalui berbagai permainan yang membangun karakter, komunikasi dua arah, serta latihan dasar public speaking yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan siswa. Metode ini bertujuan melatih keberanian, meningkatkan kemampuan berpikir, serta menumbuhkan semangat belajar pascabencana.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Senyum dan tawa para siswa menjadi cerminan keberhasilan pendekatan humanis yang diterapkan oleh personel Brimob, lanjut Kabid Humas
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.
“Diharapkan melalui kegiatan ini, trauma yang dirasakan anak-anak dapat berangsur pulih sehingga mereka kembali ceria, termotivasi, dan siap melanjutkan proses belajar mengajar dengan semangat baru demi meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Kabid Humas.









