Ia juga mengingatkan agar masyarakat menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting, pakaian, dan perlengkapan dasar lainnya, serta mengamankan barang berharga ke tempat yang aman.
Terkait keamanan, Joko menegaskan bahwa Polda Aceh akan terus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk penjarahan di rumah-rumah yang ditinggalkan warga. Setiap tindakan kriminal akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Ia juga mengajak masyarakat untuk saling membantu, menjaga ketertiban, dan segera melapor bila melihat hal mencurigakan atau membutuhkan pertolongan.
“Penanganan banjir ini memerlukan kolaborasi semua pihak—TNI, Polri, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Polda Aceh berkomitmen hadir sepenuhnya untuk memberikan rasa aman dan melindungi warga,” tutup Joko.









