“Data ini menunjukkan bahwa tingkat keselamatan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas masih perlu mendapat perhatian serius, khususnya dalam menekan fatalitas kecelakaan dan meminimalkan kerugian jiwa maupun materi,” ujar Wakapolda Aceh.
Oleh karena itu, Polda Aceh menilai perlu adanya langkah antisipatif yang terencana dan terpadu untuk menghadapi potensi kerawanan, seperti kelangkaan BBM, bencana alam, gangguan distribusi pangan, serta kemacetan dan peningkatan arus kendaraan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Polda Aceh bersama jajaran Polres dan didukung oleh instansi terkait melaksanakan Operasi Keselamatan Seulawah 2026 dengan tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026.”
Dalam amanat Kapolda Aceh, disampaikan pula beberapa penekanan yang harus dipedomani seluruh personel, diantaranya melakukan deteksi dini dan pemetaan titik rawan kecelakaan dan kemacetan, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha angkutan, melaksanakan ramp check terpadu, meningkatkan pengaturan dan pengawasan lalu lintas, serta menegakkan hukum secara tegas dan profesional, termasuk terhadap travel ilegal.
Kemudian laksanakan tindakan pelanggaran secara humanis melalui ETLE statis dan mobile serta pemberian teguran yang edukatif, lanjut Wakapolda Aceh.
Kapolda Aceh turut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polri, unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait atas dukungan dan partisipasinya dalam pelaksanaan operasi ini, jelas Wakapolda Aceh lagi.
“Melalui Operasi Keselamtan Seulawah 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat serta tercipta situasi yang aman dan kondusif dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkas Wakapolda Aceh.









