”Kami menyadari bahwa pasca-banjir, masalah kesehatan seringkali muncul. Oleh karena itu, selain memberikan obat-obatan, kami juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis dengan dokter spesialis. Kami ingin memastikan warga tidak hanya cukup pangan, tetapi juga kembali bugar untuk beraktivitas,” tambah Ibu Ernita.
Dalam sambutan pelepasannya, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Bapak Fadhil Ilyas, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diambil oleh PIKABAS. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga besar Bank Aceh untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat.
“Saya berpesan kepada ibu-ibu PIKABAS, jadikan perjalanan ini bukan sekadar tugas organisasi, melainkan bentuk pengabdian yang tulus. Bank Aceh tumbuh bersama masyarakat, maka saat masyarakat berduka, kita wajib hadir memberikan solusi. Saya berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali,” pesan Fadhil Ilyas.
Rombongan PIKABAS bergerak dari Banda Aceh menuju Panton Labu melakukan penyerahan bantuan tahap awal bagi warga sekitar. Selanjutnya menuju Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Darul Mukhlisin di Karang Baru dan Desa Alur Cucur di Kecamatan Rantau Aceh Tamiang dan berakhir di Idie Rayeuk dan Desa Sahraja (Pante Bidari) untuk penyaluran bantuan dan silaturahmi dengan pengurus cabang setempat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk turut berkolaborasi dalam pemulihan wilayah-wilayah terdampak banjir di Aceh, sejalan dengan semangat syariah yang menjunjung tinggi nilai tolong-menolong.









