Remidia | Aceh Tengah – Personel Satuan Zeni TNI AD melalui unsur Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 16/Dhika Anoraga terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana dengan melaksanakan pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kabupaten Aceh Tengah. Pembangunan tersebut dilakukan menyusul kerusakan jembatan akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu. Selasa (3/3/2026).
Hingga awal Maret 2026, progres pekerjaan pembangunan jembatan telah mencapai 25 persen. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis percepatan pemulihan akses infrastruktur yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir.
Jembatan Lukup Sabun Barat dibangun pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Lukup Sabun Barat dengan Blang Paku. Jalur ini merupakan akses vital yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, maupun sebagai penghubung kegiatan sosial dan ekonomi warga setempat. Kerusakan jembatan akibat banjir bandang sempat menghambat aktivitas warga dan memperpanjang waktu tempuh menuju pusat kecamatan maupun pasar tradisional, sehingga berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Satuan Zeni TNI AD melalui unsur Yonzipur 16/Dhika Anoraga diterjunkan guna melaksanakan pembangunan jembatan Bailey sebagai solusi cepat, efektif, dan tepat guna. Jembatan Bailey dipilih karena memiliki sistem konstruksi modular yang memungkinkan proses perakitan dilakukan dalam waktu relatif singkat namun tetap memenuhi standar kekuatan dan keamanan.
Di lapangan, para personel bekerja secara intensif dan terukur sesuai tahapan konstruksi yang telah direncanakan. Jembatan yang dibangun menggunakan konstruksi Bailey tipe 3-1 dengan panjang 15 meter atau delapan petak panel. Konstruksi ini dirancang untuk mampu menahan beban kendaraan roda dua maupun roda empat serta mendukung aktivitas masyarakat secara aman dan berkelanjutan.
Sejauh ini, tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi proses perakitan rangka jembatan Bailey. Proses perakitan dilakukan secara sistematis dengan memastikan ketepatan pemasangan panel, pin pengunci, serta komponen struktural lainnya agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Tahapan ini menjadi fase krusial sebelum dilakukan proses pendorongan (launching) jembatan ke posisi akhir di atas bentang sungai.









