Bantuan pangan Kementerian Pertanian kepada Aceh disalurkan dalam lima tahap, yakni 9,7 ton melalui pesawat Airbus A-400, 120 ton melalui KRI Banda Aceh (593), 330 ton melalui KRI Surabaya (591), 140 ton melalui KRI Makassar (590), serta sekitar 430 ton melalui 200 unit truk dari Medan ke wilayah terdampak.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa intervensi pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga pemulihan dan pembangunan kembali sektor pertanian secara menyeluruh.
Untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah di Aceh Utara, Kementerian Pertanian menyalurkan berbagai sarana produksi, di antaranya pupuk urea, benih padi, traktor roda dua, serta traktor roda empat.
Program rehabilitasi lahan akan dilaksanakan secara bertahap dengan memprioritaskan sawah rusak ringan hingga sedang yang mencapai sekitar 90–95 persen. Pendekatan ini diharapkan memungkinkan petani segera kembali menanam dan berproduksi. Skema rehabilitasi juga dirancang berbasis padat karya agar petani terlibat langsung sekaligus memperoleh penghasilan selama proses pemulihan.
Melalui groundbreaking ini, pemerintah menandai dimulainya langkah jangka panjang pemulihan sektor pertanian Aceh, sebagai fondasi menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani pascabencana.









