Ia menambahkan, kondisi pengungsi saat ini mulai berangsur membaik. Dari lebih satu juta warga yang sempat mengungsi, kini tersisa sekitar 406 ribu orang, sementara sebagian besar lainnya telah kembali ke rumah masing-masing. Pemerintah Aceh, kata sekda, akan terus bergerak secara maksimal hingga situasi benar-benar pulih.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan kehadirannya di Aceh khususnya di Aceh Tamiang merupakan bentuk empati dan kepedulian pemerintah serta masyarakat Kota Bogor terhadap masyarakat Aceh. Jenal mengatakan selama empat hari ia bersama tim berada di lokasi bencana, berupaya hadir langsung di tengah masyarakat untuk merasakan kondisi yang dialami para korban.
“Kami mewakili Pemerintah dan masyarakat Kota Bogor menyampaikan rasa empati yang mendalam. Kami melihat langsung kondisi di lapangan, bermalam di sana, dan merasakan bagaimana beratnya situasi yang dihadapi masyarakat,” ujar Jenal.
Jenal menjelaskan, selain menyalurkan bantuan dana sebesar Rp1 miliar dari APBD Kota Bogor untuk pemulihan pascabencana, pihaknya juga mengerahkan tenaga medis, dapur umum, serta membantu penyediaan air bersih melalui pembangunan dua unit sumur bor dan perbaikan fasilitas MCK.
“Bahkan ada warga yang melahirkan di lokasi bencana, dan kami fasilitasi tempat tinggal sementara. Ini bagian dari kepedulian kami agar masyarakat bisa bertahan dan segera pulih,” kata Jenal.
Jenal berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang dan memperkuat semangat kebersamaan antardaerah. Ia berharap Aceh segera pulih. “Doa dan solidaritas masyarakat Bogor selalu bersama Aceh,” ujar Jenal. []









