Menariknya lagi, Syamsul Ibrahim mengungkapkan adanya ikatan emosional pribadi dengan Aceh. Ia mengenang kunjungannya ke Aceh pada tahun 1991 silam sebagai perwakilan senat mahasiswa ekonomi di masa kepemimpinan Gubernur Ibrahim Hasan.
Dedikasi keluarga Syamsul terhadap penanganan bencana Aceh juga terlihat dari keterlibatan putrinya sebagai relawan medis.
“Putri saya sudah satu minggu berada di Aceh Tamiang sebagai relawan di bawah naungan Kementerian Kesehatan. Pada hari kedua musibah di Aceh, putri saya meminta izin untuk mendaftar sebagai salah satu relawan,” ucap Syamsul.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas bantuan dan perhatian dari masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Konawe.
”Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur menitipkan salam untuk masyarakat Konawe dan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Saat ini, beliau berdua masih berada di lapangan mendampingi sejumlah Menteri untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal,” pungkas M. Nasir. ()









