Danramil 05/Linge, Lettu Inf Muklis, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pembangunan jembatan ini terletak pada proses pelangsiran material tower yang memiliki jarak cukup jauh, khususnya dari titik satu menuju titik dua. Kondisi medan yang sulit serta keterbatasan akses distribusi material menjadi kendala tersendiri di lapangan.
“Namun berkat kerja sama dan semangat gotong royong seluruh personel TNI serta dukungan berbagai pihak, pembangunan Jembatan Gantung Kalaili tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada Februari 2026,” ujar Lettu Inf Muklis.
Pembangunan jembatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Desa Jamat, Abdul Rahman, mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jembatan gantung yang dinilai sangat membantu aktivitas sehari-hari warga.
“Selama ini kami harus memutar cukup jauh untuk menuju desa sebelah, apalagi saat musim hujan. Kalau jembatan ini selesai, akses jadi lebih mudah, anak-anak ke sekolah lancar, dan hasil kebun bisa lebih cepat dibawa ke pasar,” ungkap Abdul Rahman.
Dengan terus berjalannya pembangunan Jembatan Gantung Kalaili, diharapkan konektivitas antar desa di Kecamatan Linge semakin baik. Infrastruktur ini juga diyakini mampu mendorong percepatan pembangunan wilayah pedalaman serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar.









