Pangdam IM juga meninjau langsung pembangunan Hunian Sementara (Huntara) modular yang berlokasi di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di belakang Kantor DPRK Aceh Tamiang. Huntara tersebut disiapkan untuk menampung warga terdampak banjir bandang agar dapat tinggal dengan aman, layak, dan bermartabat selama masa pemulihan.
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan pembersihan Pesantren Modern Terpadu Darul Mukhlisin yang terdampak banjir bandang pada 27 November 2025 lalu. Di lokasi ini, Pangdam IM memberikan motivasi dan semangat kepada prajurit TNI serta para relawan agar tetap konsisten dan penuh dedikasi dalam membantu masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Pangdam IM memimpin briefing dan evaluasi di Makodim 0104/Aceh Timur bersama para pejabat dan rombongan terkait. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas di lapangan sekaligus menyusun langkah-langkah lanjutan penanganan bencana agar berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.
Adapun pejabat yang turut mendampingi Pangdam IM dalam kegiatan ini antara lain Asintel Kasdam IM, Aster Kasdam IM, Danbrigif 25/Diwah, Kazidam IM, Dandim 0117/Aceh Tamiang, Danyon TP 899/BSG, Danyon Zipur 16/DA, Danyon Zipur 10/JP, serta unsur pendukung dari BNPB dan instansi terkait lainnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang dapat berjalan semakin cepat, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kehadiran negara melalui TNI di tengah rakyat yang sedang membutuhkan.









