“Saya telah minta kepada PUPR Aceh agar secepat mungkin akses ke tengah Aceh dapat dibuka. Pertama mungkin yang lebih ringan dulu yaitu Simpang KKA–Bener Meriah atau melalui Bireuen. Yang jelas tetap kita upayakan supaya cepat memulihkan jalan tersebut,” ujarnya.
Selain jalan, Mualem menyebut juga mengupayakan pemulihan listrik di wilayah tengah Aceh serta pasokan bahan bakar minyak. Ia juga telah menyiapkan BBM secara khusus untuk alat berat yang sedang bekerja di kawasan longsor agar dapat membuka akses ke tengah Aceh.
“BBM tadi ada tiga ton untuk alat berat yang bekerja membuka jalan darat yang masih longsor. Logistik juga segera kita upayakan,” kata Mualem.
Mualem menyampaikan perkembangan kondisi Aceh akibat bencana telah ia laporkan. kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara. Ia berharap dukungan pusat terus mengalir untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Setelah agenda di Bener Meriah selesai, Mualem kembali ke Bandara Malikussaleh. Dalam penerbangan itu, ia turut membantu memulangkan sejumlah mahasiswa yang sebelumnya terjebak akibat akses transportasi putus.
Pesawat yang sama kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, untuk memastikan para mahasiswa tiba dengan selamat dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga.[]









