Remidia | Banda Aceh – Akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah kabupaten di Provinsi Aceh, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terus menunjukkan komitmen kuat dalam membantu masyarakat yang terdampak. Melalui program TNI AD Manunggal Air yang digagas oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., TNI AD berupaya menghadirkan solusi nyata atas persoalan krisis air bersih yang muncul pascabanjir bandang dan tanah longsor. Rabu (21/01/2026).
Program Manunggal Air ini menjadi salah satu wujud kepedulian TNI AD dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan. Kehadiran air bersih dinilai sangat vital bagi warga yang sumber airnya rusak, tercemar, atau terputus akibat terjangan bencana alam beberapa waktu lalu.
Dalam pelaksanaannya, Satuan Paldam Iskandar Muda dipercaya untuk membangun sebanyak 105 titik sumur bor yang tersebar di sejumlah kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga saat ini, dari total tersebut, 76 titik sumur bor telah selesai dibangun dan sudah dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, memasak, serta keperluan sanitasi lainnya.
Para prajurit TNI terus mempercepat proses pembangunan sumur bor tersebut guna memastikan seluruh titik yang direncanakan dapat segera difungsikan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial TNI AD agar masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di daerah-daerah yang terdampak paling parah oleh banjir bandang dan longsor.
Dalam pembangunan sumur bor ini, TNI AD menerapkan spesifikasi teknis yang matang dan terukur. Setiap titik sumur dilengkapi dengan tempat mencuci serta fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang dibangun sesuai standar sanitasi yang aman dan ramah lingkungan. Jenis sumur yang diprioritaskan adalah sumur bor dalam dengan kedalaman ideal berkisar antara 30 hingga 40 meter, guna memperoleh kualitas air yang lebih jernih serta meminimalkan risiko kontaminasi dari air permukaan.








