Remidia | Pidie Jaya — Upaya pemulihan lingkungan pascabencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya terus dilakukan secara berkelanjutan melalui aksi nyata penghijauan. Komando Distrik Militer (Kodim) 0102/Pidie bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terdampak banjir.
Kegiatan penanaman pohon tersebut dilaksanakan secara simbolis di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada Jumat (30/01/2026). Aksi ini menjadi langkah strategis jangka panjang dalam rangka pemulihan ekosistem, peningkatan daya dukung lingkungan, serta upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Penanaman 1.000 pohon ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan secara terencana pascabencana banjir di wilayah Pidie Jaya. Program ini diinisiasi langsung oleh Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan sekaligus keselamatan masyarakat di wilayah binaan.
Kegiatan tersebut terlaksana berkat sinergi lintas sektor antara TNI, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, serta dukungan penuh dari DLHK Provinsi Aceh. Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain Babinsa jajaran Kodim 0102/Pidie, personel Yonif 836/BY, Yonif TP 857/GG, Yonarmed 17/Rencong Cakti, perwakilan dinas terkait, relawan, mahasiswa, serta masyarakat setempat yang secara bersama-sama terlibat dalam proses penanaman.
Aksi penghijauan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting tingkat provinsi dan kabupaten, di antaranya Kepala DLHK Provinsi Aceh Dr. Ir. A. Hanan, S.P., M.M., Kepala BP DAS Krueng Aceh Darmawan Aji Wibowo, S.Hut., M.Sc., Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., Ketua DPRK Pidie Jaya A. Kadir Jailani, Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., Danyonif TP 836/BY Letkol Inf Faishal Rizal, S.H., para Danramil jajaran Kodim 0102/Pidie, kepala dinas lintas sektor, camat, serta para keuchik dari desa-desa setempat.
Dalam sambutannya, Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi menegaskan bahwa penanaman pohon keras di kawasan DAS merupakan langkah strategis dan berkelanjutan dalam rangka mempercepat pemulihan lingkungan serta mencegah potensi abrasi dan bencana susulan.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan penanaman 1.000 pohon keras, di antaranya mangga, durian, mahoni, sentang, serta beberapa jenis lainnya di sepanjang daerah aliran sungai. Kegiatan ini bertujuan untuk menghijaukan kembali wilayah terdampak banjir, memperkuat bantaran sungai, memperbaiki kualitas lingkungan, serta sebagai langkah mitigasi abrasi dan pencegahan banjir ke depan,” ujar Dandim.









