Di Kabupaten Bener Meriah, proyek pembangunan jembatan juga sedang berlangsung. Pembangunan Jembatan Alue Kulus dan Enang-Enang yang masing-masing memiliki panjang 20 meter dan 30 meter dijadwalkan dimulai setelah penyelesaian jembatan sebelumnya, seperti Jembatan Teupin Mane dan Teupin Reudep. Begitu pula dengan Jembatan Wehni Rongka dan Timang Gajah, yang akan mulai dibangun setelah jembatan-jembatan lainnya selesai.
Sementara itu, Jembatan Box Culvert Lampahan yang juga berada di Kabupaten Bener Meriah menunggu penyelesaian Jembatan Timang Gajah terlebih dahulu. Proyek-proyek ini diharapkan dapat selesai pada akhir Desember 2025. Dalam beberapa kasus, seperti Jembatan Titi Merah di Aceh Tengah, pembangunan baru dapat dimulai setelah Jembatan Jeurata selesai dibangun.
Untuk beberapa lokasi lainnya, seperti Jembatan Weh Pase dan Beutong Ateuh di Kabupaten Bener Meriah, pembangunan jembatan Bailey baru akan dilakukan setelah perbaikan jalan menuju lokasi rampung. Pembangunan jembatan-jembatan ini membutuhkan perhatian khusus karena kondisi jalan menuju lokasi yang masih dalam tahap perbaikan.
Meskipun ada beberapa tantangan dalam penyediaan material dan kondisi jalan yang belum sepenuhnya memungkinkan akses kendaraan besar, upaya untuk mempercepat proses pembangunan terus dilakukan. Tim yang terlibat dalam pembangunan jembatan ini bekerja dengan penuh semangat, berusaha untuk mengatasi kendala yang ada dan memastikan agar proyek ini selesai tepat waktu. Salah satu tantangan besar adalah mendatangkan material jembatan yang sebagian besar harus dipasok dari luar daerah, seperti yang terjadi pada Jembatan Beutong Ateuh yang masih menunggu pengiriman material dari Riau.
Dalam beberapa minggu mendatang, diharapkan seluruh pembangunan jembatan Bailey yang telah direncanakan di wilayah Aceh dapat rampung, sehingga dapat membuka kembali akses transportasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak bencana. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana ya









