Anda harus menjadi orang yang bijaksana menyikapi segala tanggungjawab tersebut. Apapun yang terjadi dalam PN yang anda pimpin, sepenuhnya perlu anda ketahui dan harus bertanggungjawab. Baik buruknya kinerja PN baik secara internal maupun eksternal sangat tergantung pada bagaimana anda menjalankan peran.
Kedua, agar KPN dapat mendelegasikan kewenangan kepada Wakil Ketua, Panitera, dan Sekretaris. Walaupun anda harus bertanggungjawab penuh. Tetapi dalam prakteknya, beragam tugas yang dibebankan kepada anda bisa didelegasikan kepada para pejabat yang relevan. Selain itu, KPN harus menjadi role model bagi semua bawahannya. Kita tidak bisa menyuruh anak kita shalat, jika kita tidak shalat. Ujar KPT.
Ketiga. Untuk sukses memimpin pengadilan diperlukan komitmen yang kuat dari KPN dan dukungan yang kuat dari warga PN. Komitmen dan dukungan ini sangat penting sekali untuk mewujudkan kekompakan dan semangat kerja yang menyala melayani kepentingan masyarakat dalam mencari keadilan.
Para KPN jangan menjadi problem making (pembuat masalah), tapi harus menjadi problem solving (penyelesaian masalah). Sehingga, pada satker anda yang pimpin akan terwujudnya kehidupan harmonis dan nyaman dalam melaksanakan tupoksi memberikan keadilan bagi para warga masyarakat pencari keadilan.
Pada bagian akhir pengarahannya, KPT juga meminta pada para KPN yang baru dilantik untuk membina Dharmayukti Karini (DYK) pada satuan kerja masing-masing. “Saya juga meminta para KPN yang baru dilantik untuk membina DYK di Satkernya masing-masing”.
Kepada para istri KPN dan istri hakim, KPT menasehati, “perlu dukungan kuat dari para istri atau ibu-ibu DYK agar mensyukuri nikmat dari penghasilan yang diperoleh suaminya, sehingga dengan mensyukuri nikmat yang ada maka akan tercukupi segala kebutuhan, bukan untuk memenuhi segala keinginannya”. Pungkas Nursyam sambil tersenyum melirik istrinya dan ibu-ibu DYK.









