Menurut Kapolri, lokasi pembangunan huntap dipilih dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kelayakan lingkungan, serta dinilai relatif aman dari potensi banjir susulan. Selain itu, kawasan hunian akan dirancang untuk mendukung kebutuhan dasar warga.
Peninjauan lokasi huntap ini melengkapi agenda kunjungan Kapolri di Aceh Tamiang, yang sebelumnya juga mencakup peninjauan pemulihan fasilitas pendidikan, penyediaan air bersih, serta fasilitas kepolisian yang terdampak banjir.
Pembangunan 200 unit hunian tetap oleh Polri ini diharapkan dapat memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.









