Ia juga menyebutkan bahwa posko layanan kesehatan membuka pemeriksaan umum, pertolongan pertama, layanan khusus bagi lansia dan anak-anak, hingga pembagian obat-obatan sesuai kebutuhan medis. Selain itu, tim dari Biddokkes juga memberikan edukasi kesehatan mengenai pencegahan penyakit yang sering muncul pascabanjir, seperti diare, infeksi kulit, dan ISPA.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian. Polri akan terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan bantuan nyata di saat-saat sulit seperti ini,” tutup Kapolda.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil mengapresiasi langkah cepat Polda Aceh dalam menghadirkan layanan kesehatan di tengah kondisi darurat. Menurutnya, kehadiran polisi tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga pada pemulihan masyarakat.
“Ini adalah bentuk kepedulian nyata Polri terhadap kemanusiaan. Saya sangat mengapresiasi kerja cepat Polda Aceh dan seluruh tenaga medis yang sudah berjuang di lapangan,” ujar Nasir Djamil.
Ia juga berharap kolaborasi antarlembaga dapat terus diperkuat agar penanganan bencana berjalan lebih efektif dan mampu menjangkau seluruh warga terdampak tanpa terkecuali.









