“Ke depan harus ada bank data, mana masyarakat penerima manfaat yang sudah menerima, berapa tahun sudah digunakan, sudah layakkah diganti dengan kaki palsu baru. Jika layak ganti, maka segera kita kirimkan kaki palsu baru atau kirim tim untuk mengukur, baik diameter maupun panjangnya. Dengan demikian ini menjadi sebuah gerakan yang berkesinambungan,” ucap Kak Na.
Sebelumnya, Plt Direktur Utama RSUDZA Hanif, dalam sambutannya menjelaskan, kerja sama dengan Baitul Mal ini telah berjalan selama 2 tahun. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat Aceh yang mengalami cacat bawaan atau cacat karena penyakit, amputasi misalnya dan lain sebagainya.
“Tahun ini, meski Baitul Mal mempersiapkan anggaran untuk 100 kaki palsu, namun kapasitas produksi kita hanya mampu memenuhi 36 yang keseluruhannya telah kita salurkan kepada masyarakat,” ujar Hanif.
Sementara itu, Ketua Baitul Mal Aceh Tgk Muhammad Yunus, dalam sambutannya menjelaskan, selama ini Baitul Mal Aceh bekerjasama dengan RSUDZA untuk berbagai kegiatan, mulai dari penyaluran kaki palsu hingga bantuan pengobatan penyakit kronis lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Tgk Yunus juga mengapresiasi Ketua TP PKK Aceh, yang akan menggerakkan seluruh sumberdaya kader TP PKK se-Aceh untuk mendata calon penerima manfaat. []









