“Jembatan dan jalan banyak rusak. Sebelas kecamatan terdampak dan sejumlah aliran sungai tergerus,” kata Baital.
Sementara itu, di Subulussalam, gubernur mendarat di Pulo Kedep, Kecamatan Sultan Daulat, lalu menyerahkan bantuan secara simbolis dan meninjau kondisi banjir di Desa Jabi-Jabi. Rombongan didampingi Wakil Wali Kota Subulussalam, Nasir, bersama Kapolres dan Dandim.
Nasir menyebut banjir tahun ini tergolong paling parah. “Subulussalam memang langganan banjir, tapi tahun ini sangat dahsyat. Dampaknya meliputi lima kecamatan dan 64 desa. Kami berharap Pemerintah Aceh dapat membantu karena anggaran kami terbatas,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan penyediaan tenda untuk sekolah, agar proses belajar tetap berlangsung menjelang ujian.
Dalam kunjungannya ke dua daerah tersebut, gubernur menerima laporan mengenai kerusakan infrastruktur, termasuk jalan, jembatan, serta sejumlah fasilitas publik yang terdampak banjir akhir November lalu. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk menindaklanjuti penanganan pascabencana bersama pemerintah kabupaten dan instansi terkait. []









