Sekda menyampaikan apresiasi terhadap kinerja lintas sektor yang terus bekerja di lapangan. Ia menyoroti peran konektivitas transportasi yang sangat membantu percepatan penanganan.
Dinas Perhubungan Aceh melalui Sekretarisnya, Teuku Rizki, melaporkan pergerakan armada laut yang menjadi salah satu tulang punggung evakuasi dan distribusi. KMP Ekspres Bahari dilaporkan pulang ke Banda Aceh dengan mengangkut 177 warga dari Pelabuhan Krueng Geukueh dan Langsa pada Jumat hari ini.
Sementara KMP Wira Loewisa juga telah membawa logistik LPG dan BBM. Kapal KN Antares juga telah berangkat menuju Krueng Geukueh dengan membawa bantuan 80 ton untuk selanjutnya dikirim ke Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang.
Di sisi darat, jaringan jalan utama masih terputus di sejumlah titik. Ruas Meureudu ke Bireuen ditargetkan normal kembali pada 12 Desember. Sementara akses KKA ke Bener Meriah dilaporkan tersisa 18 kilometer.
Sementara itu PLN melaporkan jalur Arun ke Bireuen diupayakan kembali aktif pada Minggu, sehingga defisit pasokan listrik mulai berkurang. Sementara Pertamina memastikan distribusi BBM ke wilayah terisolir tetap dilakukan melalui jalur udara, serta pasokan LPG dengan kapasitas 45 ribu tabung 3kg telah tiba di Pelabuhan Ulee Lheue untuk segera disalurkan ke SPBE.[]









