Lebih lanjut, atas arahan Gubernur Aceh, Murthalamuddin juga menyampaikan ajakan kepada seluruh pengurus masjid di Aceh untuk melaksanakan shalat ghaib bagi para korban yang wafat akibat bencana banjir dan tanah longsor, baik di Aceh maupun di wilayah lain di Sumatera.
“Shalat ghaib ini merupakan bentuk empati, kepedulian, dan doa bersama dari masyarakat Aceh untuk para korban bencana. Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keteguhan hati,” tambahnya.
Murthalamuddin menegaskan bahwa Pemerintah Aceh terus berkomitmen melakukan langkah-langkah penanganan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta percepatan pemulihan pascabencana, sembari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga solidaritas dan kebersamaan di masa sulit ini.[]









