“Jangan hanya menebak-nebak. Usulan harus ril dan bisa dipertanggungjawabkan. Tahun ini kami menemukan beberapa kejanggalan, seperti di Puskesmas Seulimuem dan Indrapuri, sehingga anggaran tidak bisa digunakan,” ujarnya tegas.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada OPD yang mengusulkan pembangunan baru jika bangunan lama masih layak digunakan.
“Kalau bangunan masih bagus, jangan usulkan bangun baru. Itu akan jadi temuan. Gunakan anggaran secara tepat dan efisien,” pesan Bupati.
Terkait aspirasi dan pokok pikiran (pokir) DPRK, Bupati juga menegaskan agar program yang diusulkan harus benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.
“Reklame, Baliho dan media itu tidak boleh lagi sekadar ucapan selamat hari besar. Harus berubah total. Iklan seharusnya digunakan untuk mempromosikan potensi daerah, bukan hanya ucapan seremonial. Jangan anggaran rakyat dipakai untuk hal yang tidak bermanfaat bagi rakyat,” tegasnya lagi.
Syech Muharram menambahkan, semua program rakyat harus sampai ke rakyat dan tidak boleh diperjualbelikan. Ia meminta seluruh OPD membuat rincian belanja rutin, belanja dinas, dan program usulan secara rinci dan terukur, dengan turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya setiap dinas untuk menjemput program-program ke provinsi maupun pusat, agar peluang pembangunan tidak terlewat.
Di akhir arahannya, Syech Muharram juga menyoroti pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor pariwisata, parkir, rumah makan, dan perusahaan daerah.
“Tahun depan kita akan bentuk Tim Terpadu Peningkatan PAD Aceh Besar agar seluruh potensi daerah bisa dimaksimalkan untuk kemakmuran masyarakat,” pungkasnya.()









