Kabid Humas menambahkan, sebagian bantuan obat-obatan diterima dalam bentuk satu jenis obat per koli. Oleh karena itu, Biddokkes Polda Aceh melakukan proses pembukaan, pemisahan, peracikan, hingga pengemasan ulang agar setiap koli yang dikirim ke daerah berisi berbagai jenis obat yang dibutuhkan untuk penanganan kesehatan darurat.
“Langkah ini dilakukan agar setiap wilayah menerima bantuan yang proporsional, lengkap, dan siap digunakan sesuai kebutuhan medis di lapangan,” jelas Kabid Humas.
Lebih lanjut, Kabid Humas menyampaikan bahwa bantuan tahap lanjutan berupa kantong jenazah serta obat-obatan dari Pusdokkes Polri tahap IV, V, dan VI, termasuk bantuan dari sejumlah Rumah Sakit Bhayangkara luar daerah, saat ini masih dalam proses peracikan dan penyesuaian. Bantuan tersebut akan segera didistribusikan pada tahap berikutnya sesuai kebutuhan.
“Polda Aceh berkomitmen untuk terus mendukung upaya kemanusiaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana sebagai wujud kehadiran Polri yang responsif, profesional, dan humanis,” pungkas Kabid Humas.









