Selanjutnya, Kapolresta mengatakan, kita juga memohon Kedamaian Negeri di mana kita berdoa agar wilayah kita tetap dalam keadaan kondusif aman dan damai serta dijauhkan dari segala marabahaya dan perpecahan.
Menurutnya, dampak bencana tidak hanya dirasakan dalam bentuk kerugian materi, tetapi juga meninggalkan tekanan psikologis dan luka batin bagi masyarakat terdampak.
Oleh karena itu, dzikir dan doa bersama menjadi sarana untuk saling menguatkan, baik bagi korban maupun para petugas yang terlibat dalam pelayanan sosial.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap masyarakat terdampak memperoleh kekuatan rohani, dan para petugas tetap diberi keteguhan hati serta keikhlasan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar Andi Kirana.
KBP Andi Kirana menyebutkan, tantangan tugas ke depan tidaklah semakin ringan, dinamika sosial dan politik menuntut Polri untuk selalu siap dan profesional. Namun profesionalisme saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kekuatan spiritual dzikir dan doa ibarat “suplemen” bagi jiwa agar kita tetap rendah hati, sabar dan amanah dalam melayani masyarakat.
Dengan dilaksanakan dzikir dan doa bersama pada hari ini, Ia berharap suasana sejuk dan khusyuk dalam dzikir ini dapat membawa ketenangan batin yang nantinya diimplementasikan dalam pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
Kapolresta Banda Aceh berpesan, agar semangat doa ini diimplementasikan dalam kinerja nyata. Jadikan dzikir ini sebagai pengingat bahwa setiap langkah kita diawasi oleh sang pencipta.
“Mari kita tingkatkan sinergitas dengan TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat, demi mewujudkan Kamtibmas yang Prima di tahun 2026” pungkas KBP Andi Kirana.









