Dalam pelaksanaannya, prajurit Kodam Iskandar Muda bekerja tanpa mengenal waktu, baik siang maupun malam hari, demi mempercepat pemulihan akses transportasi. Alat berat berupa traktor dan ekskavator dikerahkan untuk menyingkirkan serta menimbun material longsoran yang menutup badan jalan. Sementara itu, pada titik-titik tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh alat berat, pengerjaan dilanjutkan secara manual oleh personel di lapangan dengan penuh kehati-hatian dan mengutamakan prosedur keselamatan kerja.
Meskipun dihadapkan pada kondisi medan yang berat, tanah yang labil, serta cuaca yang tidak menentu, semangat dan dedikasi prajurit TNI tetap tinggi. Seluruh personel bekerja secara profesional dan disiplin demi memastikan proses pembukaan jalan berlangsung aman, efektif, dan hasilnya dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal.
Sinergi antara Yon Zipur 16/DA, Zidam IM, Kementerian PU, serta dukungan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah perbatasan Aceh Utara–Bener Meriah. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan pentingnya kerja sama dan kebersamaan dalam menghadapi serta menangani dampak bencana alam secara cepat dan berkelanjutan.
Dengan dibukanya kembali akses Jalan Simpang KKA secara bertahap, diharapkan mobilitas masyarakat dapat kembali normal, distribusi kebutuhan pokok dan logistik berjalan lancar, serta aktivitas sosial dan perekonomian warga dapat segera pulih. TNI Angkatan Darat melalui Kodam Iskandar Muda menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berperan aktif dalam setiap upaya penanggulangan bencana serta pemulihan infrastruktur demi terwujudnya kesejahteraan dan keselamatan masyarakat.









