Sementara itu, Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil menambahkan, dampak dari bencana hidrometeorologi berupa potensi hujan dengan
intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, banjir, tanah longsor dan bencana lainnya dapat terjadi, terutama di daerah rawan bencana, seperti Kabupaten Aceh Besar.
Selama ini, hampir semua kecamatan di Aceh Besar rawan terjadinya musibah akibat dampak hidrometeorologi. Seperti yang terjadi beberapa hari terakhir di Kecamatan Mesjid Raya, Leupueng, Kuta Malaka, Blang Bintang, Montasik, Darussalam, dan kecamatan lainnya. Musibah tersebut ada yang berupa pohon tumbang, angin puting beliung, dan banjir.
Bila merujuk pada prediksi BNPB, musibah ini akan terjadi hingga awal tahun 2026 mendatang. Karena itu, Ridwan Jamil mengimbau masyarakat agar segera menghubungi Posko BPBD Aceh Besar bila melihat potensi bahaya atau kejadian yang membutuhkan penanganan dan bantuan dari personilnya. Di samping itu, BPBD mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana.()









