Bupati Syech Muharram menegaskan, keberhasilan tersebut bukan semata tentang raihan gelar, melainkan simbol dari semangat masyarakat Aceh Besar dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan sehari-hari.
“Kemenangan ini bukan hanya milik para peserta, tapi milik seluruh masyarakat Aceh Besar. Ini bukti bahwa semangat membumikan Al-Qur’an terus hidup di tanah ini,” tuturnya dengan penuh rasa bangga.
Lebih lanjut, Bupati yang dikenal dekat dengan para santri dan tokoh dayah itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Aceh Besar yang telah memberikan dukungan moral dan spiritual selama pelaksanaan MTQ.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Aceh Besar yang senantiasa mengiringi perjuangan kafilah dengan doa. Dukungan dan keikhlasan doa itulah yang menjadi kekuatan utama kita hingga mampu meraih hasil terbaik,” ungkapnya.
Syech Muharram berharap, prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Aceh Besar untuk terus mencintai dan mempelajari Al-Qur’an, serta menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota lain di Aceh.
“Semoga kemenangan ini menjadi penyemangat untuk terus memperkuat pembinaan qari-qariah dan hafizh-hafizah kita, agar Aceh Besar selalu menjadi daerah yang melahirkan generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlakul karimah,” tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi selaku ketua panitia melaporkan bahwa MTQ XXXVII Aceh berlangsung sejak 1 hingga 7 November 2025, dengan 9 cabang lomba dan melibatkan 1.986 peserta, pelatih, dan pendamping.
“Menjadi tuan rumah MTQ merupakan kebanggaan bagi masyarakat Pidie Jaya. Terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, juga diumumkan bahwa MTQ Aceh ke-38 tahun 2027 akan digelar di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Penutupan MTQ tersebut turut dihadiri oleh istri Wakil Gubernur Aceh, Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya beserta istri, anggota DPRA Ilmiza Sa’aduddin Djamal, anggota DPRA Ansari Muhammad SPt, para bupati/wali kota se-Aceh, alim ulama, kepala SKPA, serta unsur Forkopimda Pidie Jaya.()









