Remidia | Gayo Lues – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Desa Rerebe, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, saat TNI bersama tenaga kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak Bencana Alam Aceh. Kehadiran TNI dan tenaga medis tersebut menjadi semangat di tengah kesulitan warga, bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, serta rasa aman yang sangat dirindukan masyarakat pascabencana, Kamis (15/01/2026).
Komandan Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, S.H., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Dim 0113 Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda, Ny. Dhantie Fran, yang juga merupakan dokter Tim IDI Kabupaten Gayo Lues, memimpin langsung kegiatan kemanusiaan tersebut. Beragam kegiatan dilaksanakan, mulai dari penyaluran bantuan kemanusiaan, pengobatan massal, trauma healing, dapur persahabatan dengan memasak bersama warga, hingga makan bersama masyarakat Desa Rerebe.
Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan usia tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan. Anak-anak, orang dewasa, hingga para lansia dengan penuh harap menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Tidak sedikit warga yang mengaku selama ini mengalami keterbatasan akses layanan medis akibat kondisi geografis serta dampak bencana yang melanda wilayah mereka.
Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan sesuai diagnosis, serta edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pascabencana. Seluruh layanan diberikan secara gratis dan penuh empati, sehingga masyarakat merasa terbantu dan diperhatikan.
“Terima kasih TNI, terima kasih dokter. Kami merasa tidak sendirian,” ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca. Ucapan tersebut mencerminkan rasa haru dan terima kasih seluruh masyarakat Desa Rerebe atas kepedulian TNI dan tenaga kesehatan yang hadir langsung membantu mereka.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan dapur persahabatan dan makan bersama menjadi momen kebersamaan yang semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana kekeluargaan, menguatkan mental warga, serta membantu memulihkan trauma pascabencana.









